Chairil Anwar Dikenang di Bengkulu

chairil-anwarBENGKULU, KOMPAS.com–Untuk mengenang penyair besar angkatan ’45 itu, Rumah Budaya “Kedai Proses” Bengkulu bekerja sama dengan Taman Budaya setempat menyelenggarakan “Tribut untuk Chairil Anwar”.

“Kita selenggarakan di Cafe Art Taman Budaya Bengkulu Sabtu malam, dimulai pukul 19.30 WIB,” kata ketua panitia, Edi Ahmad, di Kota Bengkulu, Sabtu.

Pelaksanaan kegiatan tersebut diselenggarakan secara sederhana untuk melestarikan puisi, mengenang dan menghormati si “Binatang Jalang” dengan acara yang membangun kesadaran seluruh komponen masyarakat akan pentingya puisi sebagai salah satu budaya bangsa.

“Tujuannya mengenang dan memberikan penghormatan kepada Chairil Anwar sebagai penyair legandaris Nusantara,” kata dia.

Selain itu, diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan kreativitas masyarakat kesenian Bengkulu terhadap puisi serta sebagai ruang silaturahmi positif antarpenggiat, pelaku, dan pemerhati kesenian serta masyarakat luas.

Edi mengatakan bahwa perhelatan budaya tersebut melibatkan para penyuka baca puisi serta seniman pada umumnya, baik dari kelompok seni kontemporer maupun tradisi yang ada di Bengkulu.

“Acara akan didahului dengan pemutaran film pendek berdurasi 30 menit berjudul ’Anak Kolong Kapal’ yang diproduksi oleh siswa-siswi SMKN 3 Bengkulu, selanjutnya pemutaran karya seni video art Teguh P. Sasongko,” kata dia.

Selanjutnya, kata dia, pementasan dramatisasi puisi Chairil Anwar oleh Teater Mahkota Dewa yang terdiri atas siswa-siswi SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Kemudian, bergantian musikalisasi puisi, pembacaan puisi, musik puisi, dan eksplorasi puisi Chairil Anwar dalam bentuk sajian kesenian lainnya.

Edi Ahmad menjelaskan bahwa kelompok dan lembaga seni yang menyatakan siap dalam perhelatan tersebut, yakni Teater Andung, Teater Petak Rumbia, Teater Jengkal, Gerombolan Ndak Kemane, Komunitas Seni Fisi Unib, UKM Muhammadiyah, UKM Dehasen, serta Komunitas Tunas Rupa Nusantara.

Sementara itu, deretan penyair yang tidak asing lagi bagi Bengkulu, antara lain, Agus Djoko, Herman Suryadi, Cici Mulia Sari, Liona Aprisof, Zaska, Rizadian Adha, Game Bell, Edi Ahmad, Swend Dewa, Pablo Matao, Jaya, Grace Ratna, Dian Gustina, Rekho, Eko Petra, Budi, dan Dika.

Sumber : ANT
Editor : Jodhi Yudono
sumber: kompas.com

Kirim Komentar Anda

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Gunakan bahasa atau kata-kata yang santun dan tidak mengandung unsur SARA. Terima kasih atas partisipasi Anda dan selamat berkarya.

© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas