Purnama Aula Rendra

Saguaro1UNDANGAN

PURNAMA AULA RENDRA MEMPERSEMBAHKAN
KONSER MUSIK : BALADA ANGIN SAGUARO
TGL 12 April 2013
PKL 20:00 sampai 23:00

TEMPAT :Aula Rendra, Kampus Bengkel Teater Rendra, Jl. Raya Cipayung Jaya, No. 55, Kota Depok 16431

Pementasan BALADA ANGIN OLEH SAGUARO di AULA RENDRA ini merupakan lanjutan roadshow mereka di 3 Kota di Aceh

SAGUARO – Duo akustik Saguaro ini melakukan pementasan di tiga kota yang ada di Aceh. Kota-kota yang akan dikunjungi adalah Sabang, Banda Aceh dan Takengon.

Perjalanan ke Banda Aceh, Sabang, dan Takengon adalah bagian dari keinginan Saguaro untuk menyapa masyarakat Aceh lewat lagu. Perjalanan ini dinamai Balada Angin.

Angin adalah lambang penyampai berita masa kini dan masa depan, yang dalam perjalanan ini dibawa oleh Maryam Supraba dan Cahyo Harimurti sebagai individu maupun sebagai Saguaro untuk saling berbagi di dalam silaturahmi ini. Saguaro akan tampil sesuai khasnya dengan berbagi cerita; bernyanyi, membaca puisi dan mengobrol.

Profil Saguaro

Saguaro dibentuk oleh Maryam Supraba dan Cahyo Harimurti pada tahun 1997. Awalnya merupakan sebuah band combo yang akhirnya bertranformasi menjadi sebuah duo yang mempunyai konsep mengawinkan musik dengan puisi, dialog dan teater.

Sempat vakum beberapa saat hingga akhirnya dihidupkan kembali pada tahun 2005. Saguaro kini aktif tampil dalam berbagai pameran seni rupa dan diskusi seni di berbagai pusat kebudayaan baik nasional maupun internasional.

Maryam Supraba adalah putri dari almarhum WS Rendra dan Ken Zuraida. Pengalaman Maryam sebagai pemusik antara lain terlibat dalam Monolog Rendra & Ken Zuraida “Mencari Bapa” dan “Aminah”, Tour 22 Kota “Bib Bob” produksi Bengkel Teater Rendra dan “Mastodon dan Burung Kondor” produksi Ken Zuraida Project. Saat ini Maryam menjalani kehidupannya sebagai pemain teater dan film, juga sebagai ibu warung.

Sempat belajar teknik vokal di Elfa Musik Studio & Braga Musik School, musisi yang memiliki hobi membaca dan menulis ini adalah pengagum Torri Amos, Fiona Apple, Maroon V dan Vina Panduwinata.

Sementara Cahyo Harimurti adalah pemusik yang menekuni instrumen bass & gitar akustik. Dewa Budjana, Paul Gilbert dan Russ Freeman adalah beberapa nama yang menjadi inspirasimya dalam bermusik.

Cahyo terlibat sebagai tim musik dalam pementasan Bengkel Teater Rendra “Sobrat” bersama I Wayan Sadra, “Suluk Hijau” dalam tim Wayang Akarawa pimpinan Ken Zuraida, “Electronic City” dan “Ladang Perminus” produksi Mainteater, Tour 22 Kota “Bib Bob” produksi Bengkel Teater Rendra, “Sekda” produksi The Akarawa Project dan “Mastodon dan Burung Kondor” produksi Ken Zuraida Project.

Saat ini Cahyo menekuni karirnya sebagai ilustrator musik di berbagai lini industri dan kontributor sebuah media asing di bidang travelling.

sumber: facebook.com

2 Komentar Pembaca

Kirim Komentar Anda

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Gunakan bahasa atau kata-kata yang santun dan tidak mengandung unsur SARA. Terima kasih atas partisipasi Anda dan selamat berkarya.

© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas