Kutipan Surat Kartini Untuk Tuan EC Abendanon

Gambar: mobavatar.com

Gambar: mobavatar.com

“Pada suatu waktu seorang anak datang kepada seorang perempuan tua. Orang tua itu bertanya, apakah kehendaknya karena ia tidak mempunyai suatu apapun? Makanan yang enak-enak tidak, barang perhiasan tidak, pakaian tidak. Jawab anak itu: “Bukan makanan yang enak-enak, bukan barang perhiasan, bukan pakaian, yang saya kehendaki. Wahai ibu, berilah saya bunga melati, yang berkembang dalam hati.

Tahukah bagaimana rasanya? Seharusnya kamu mendengarnya dalam bahasa aslinya. Permintaan anak itu kedengaran sangat merdu sekali, maksudnya dalam. Dinyatakan dalam perumpamaan seperti bunga-bungaan, “Nyuwun sekar melati, hingkang mekar hing pun jering ati.”

(Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang. “SuratĀ KartiniĀ 15 Agustus 1902, Untuk Tuan EC Abendanon)

Tags: 

Kirim Komentar Anda

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Gunakan bahasa atau kata-kata yang santun dan tidak mengandung unsur SARA. Terima kasih atas partisipasi Anda dan selamat berkarya.

© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas