Teater Komunitas: “Kekenceng”

Print

-1-

#Kekenceng sebuah teater gerak tentang cinta, tahta, dan moksa. Diambil dari kisah asmara legendaris antara Panji Asmorobangun dan Anggraini, yang kali ini disajikan dengan gaya Teater Komunitas.

Pertunjukan yang pernah ditampilkan di Taman Ismail Marzuki (9 April 2015) ini akan dipentaskan pada 30 April 2015 di Gedung Kesenian Gajayana Jl. Nusakambangan 19 Malang, pukul 19.00.

HTM: Presale 15.000 & On the spot 20.000.  Pelajar free (menunjukkan kartu pelajar)
CP: 085646751377 atau 085854105997.
Twitter: @TeaterKomunitas | Fanpage Facebook: Teater Komunitas | IG: teaterkomunitas

Profil Teater Komunitas

-1-

“Teater Komunitas”, adalah sebuah pergerakan bersama untuk berkesenian dari berbagai macam komunitas seni dalam wadah pertunjukan. Beralamatkan di Jl. Metro 15 Malang dan dengan perwakilan Jakarta di Jl. Bangun Cipta I/D-8.

-2-

“Kekenceng”. Pertunjukan ini merupakan produksi ke-4 Teater Komunitas yang sekaligus menandai Satu Tahun Teater Komunitas. Pada 9 April 2015 kemarin telah dipentaskan di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dan pada 30 April 2015 ini di Gedung Kesenian Gajayana Malang.

Diambil dari kisah percintaan yang sangat melegenda di bumi Malang, yaitu tentang seorang putera mahkota yang menolak tahta demi perempuan yang ia kasihi. Kisah ini adalah kisah Panji Asmorobangun dan Dewi Angraini. Para penikmat kisah-kisah kearifan lokal pasti paham betul betapa berat (atau nekad) keputusan yang dipilih oleh sang putera mahkota. Ia lebih memilih untuk menghianati ayah dan rakyat-rakyatnya demi bersama cinta sejatinya. Barangkali ia akan menjadi orang paling berdosa di kerajaannya lantaran memilih seorang wanita biasa, alih-alih menerima perjodohan dengan seorang puteri jelita, yang dengan jalan itu kerajaannya dan kerajaan si putri jelita akan bersatu, takkan berperang lagi. Namun barangkali ia hanya seorang manusia biasa yang tak mau mendustai perasaannya sendiri. Pelik! Sebab rakyat dan kekasih adalah dua hal yang tak mungkin dibandingkan. Lalu jika batas kesadaran telah tiba pada memasrah pada spirit Yang Maha Kasih, jalan apa yang akan diberikan?

Romansa ini akan dibawakan dengan model teater tubuh yang menggabungkan gerak tari, akrobatik, dan bela diri.

-3-

Pertunjukan “Kekenceng” ini cocok sekali disaksikan oleh tidak saja pelaku seni, namun juga para penikmat atau pengamat seni. Tak menutup kemungkinan juga disaksikan oleh orang yang mengaku awam dalam bidang seni, sebab ada beragam hal yang bisa disaksikan. Di antaranya keragaman gerak yang cukup memikat, sampai dialog-dialog yang puitis. Bagi penikmat kisah Panji Asmorobangun sendiri pertunjukan ini bisa dijadikan sebagai alternatif tafsir lain dari kisah tersebut.

-4-

Agenda ke depan Teater Komunitas adalah ngobrol film yang rutin diselenggarakan tiap hari Kamis bersama Komunitas Film Dokumenter UM dan Komunitas Kalimetro; latihan rutin olah tubuh, napas, vokal, dan sukma, malam hari tiap Selasa, Sabtu, dan Minggu; sejumlah workshop, dan pentas akhir tahun.

Kirim Komentar Anda

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Gunakan bahasa atau kata-kata yang santun dan tidak mengandung unsur SARA. Terima kasih atas partisipasi Anda dan selamat berkarya.

© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas