Yang Berduka Tanpa Berita Media

Benang Merah | Seorang kakek mantan pegawai -yang Korpsnya biasa disebut dengan- “Pasukan Kuning” telah meninggal dini hari tadi. Usia tua dan angin duduk konon adalah yang menyebabkannya. Kakek itu meninggalkan seorang istri, 4 orang anak dan 5 cucu serta beberapa puluh...

Kita Tata Saja Kembali

Tadi malam kau telah berkisah tentang kesedihan yang sebenarnya tak mampu kau abaikan. Kudamu jatuh, bentengmu rubuh. Meneruskan langkah adalah kepura-puraan, atau setidaknya menunda kekalahan. Hatimu adalah ratu yang rapuh, digerogoti pikiran dan langkahmu sendiri. Mari, aku menawarkan...

Kepiting yang Mencari Surga

Nasib buih di lautan tak kentara ketika malam, setia menyapa pasir dan angin bersama gelombang. Di pulau kecil tak berpenghuni, ada cerita yang tak diketahui. Hanya terbaca cahaya bulan dalam malam temaram.  Ini kisah tentang kepiting kecil bercapit satu yang bertanya perihal surga. Kepiting...

Penulis Tua Mengelus Dada, Mengorek Makna yang Makin Sepi

Bersandar pada kursi kayu tua setua dirimu. Membaca aksara dalam jarak yang tak biasa karena rabun yang mengiring usia. Teh manis dalam cangkir seng sudah sedia, aroma teh Pandhawa kesukaanmu sedari muda. Anakmu sudah lima, dua yang sudah menikah, sementara tiga masih kuliah. Istri...

Kembang: Filosofi dan Kearifan Lokal dari Tanah Blambangan

Hari Minggu kemarin terasa datang tiba-tiba, membuat saya kangen dengan Banyuwangi (tanah Blambangan) dimana saya dibesarkan. Sebuah wilayah yang berada di ujung Timur  Selatan pulau Jawa. Kangen saya berkembang dan ingat pada sebuah lagu berbahasa Osing berjudul “Kembang”, ciptaan:...

Ciptakan Peradaban yang Lebih “Perempuan”

Tak bisa dipungkiri bahwa selama 3000 tahun ke belakang, peradaban dipimpin oleh sistem patriarkal di mana peradaban dan kebudayaan-kebudayaan lampau berjalan dominan dengan sistem ini. Pola pemikiran filsafat, politik, sosial, ekonomi dan juga bidang-bidang lain dengan kekuatan,...

Pak Lasuwi: Tiap Agama Adalah Sebuah Jalan

Pak Lasuwi, juru kunci petilasan Sepilar di lereng Gunung Arjuna. Begitu sederhana, arif, sangat “jawa” dan selalu bersahabat pada siapapun yang ditemuinya, namun demikian dari dalam dirinya tetap memancarkan kedalaman pengertiannya tentang hidup dan kehidupan ini. Ia...

Menanam Harapan

Tanaman seperti halnya seorang anak bagi petani, mereka adalah harapan yang harus dijaga agar tumbuh baik hingga matang. Kondisi alam sekarang sering kali tak memihak pada harapan yang mereka tanam. Hujan yang menenggelamkan, angin yang merobohkan dan ketika musim berganti menjadi...

Pidato Kelahiran Jiwa Seorang Bayi, 1 Sura 1946 Tahun Jawa

Selamat tengah malam! Seorang jiwa bayi telah lahir pada 1 Sura 1946 tahun Jawa. Semoga ia menjadi anak yang nakal tapi bukan kurang ajar. Menjadi anak yang digadang. Semoga ia lekas besar, teguh seperti karang. Menjadi anak pemberani untuk menyusuri jalan sepi. Jalan yang tak banyak...
© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas