Estetika Skizofrenia Puisi Indonesia

Sastra Indonesia | Esai – Puisi Indonesia tidak pernah selesai mencari bentuk-bentuk operasional bahasa yang baru. Setelah sukses dengan kemendayuan Pujangga Baru, ketajaman dan efektifitas Chairil Anwar—diteruskan oleh Subagio Sastrowardoyo, Sapardi Djoko Damono, dan Goenawan...

Memaknai Ruang Perayaan Identitas Karya (Sebuah Tinjauan Diskursif)

Sastra Indonesia | Esai – Apa pun bentuknya produk budaya pada hakekatnya selalu membutuhkan kehadirannya kembali dalam merepresentasikan yang pernah ada dan selalu berusaha dihadirkan dalam bermacam bentuk ruang representasi. Ruang representasi sebut saja proses aktualisasi...

Dari Hermeneutik ke Semiotik Pos-struktural: Ke Arah Pengembangbiakan Makna

Sastra Indonesia | Esai – Menganalisis dan/atau memaknai karya sastra itu tergantung asumsi-asumsi awal (premis-premis dasar) teoretis yang dibangun atau dipilih sesuai dengan tujuan, niat, kepentingan, keperluan-keperluan strategis, atau mungkin tuntutan-tuntutan  tekstual...

Bahasa Estetika Postmodern

Sastra Indonesia| Esai - Meminjam interprestasi Hidayat atas pemikiran Baudrillard dalam Kebudayaan Postmodernisme Menurut Jean Baudrillard, ia (Hidayat) menyatakan bahwa wacana estetika postmodern, kini tak lebih sebagai wacana, di mana realitas kini telah kehilangfan dimensi rahasianya....

Menolak Realisme, Merayakan Sejarah Mental

Sastra Indonesia | Esai ini disajikan saat launching buku kumpulan cerpen Penggali Sumur karya Zaki Zubaidi di Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur. Menolak Realisme, Merayakan Sejarah Mental /1/ SAYA menciptakan masalah tersendiri, ketika membaca kumpulan cerpen Penggali Sumur karya...

Fatalitas Eksplorasi Cerpen

Sastra Indonesia | Esai – Rentang sepuluh tahun terakhir, 1998-2007, ada kesalahan pada perkembangan eksplorasi bahasa cerpen. Bahasa diolah-maksimalkan, dicari pilihan kata paling tepat, dan kalimat diberi rima-ritme; semua usaha dilakukan tidak untuk memperkuat unsur cerpen....

Kesusastraan Indonesia 25 Tahun ke Depan

Sastra Indonesia | Esai – Tahun 1930-an, para sastrawan mampu menghasilkan pemikiran visioner. Pemikiran hasil perdebatan dengan melibatkan beragam pandangan. Bersandar pada realitas saat itu, para sastrawan memandang jauh untuk memberi arah serta gambaran kondisional sastra...

Jalan Puisi : Kembalikan Daulat Sungai

Kepada yang bertema : “Sungai dalam perpuisian kita” Salam sastra salam budaya. Pernah suatu ketika seorang anak kecil berangkat dari turunan sungai di sebuah kabupaten dalam wilayah provinsi bernama Kalimantan Selatan, tepatnya dari kota Barabai, menuruni anak tangga terbuat...

Pencerahan Estetik Sastra Internet

Sastra Indonesia | Esai – Apakah arti media bagi sastra. Sepintas lalu, media bukan penentu signifikan. Nur St. Iskandar menyebutkan, pendirian Balai Pustaka atau Volkslektuur (1908) yang menghadirkan majalah kebudayaan dengan rubrik sastra memunculkan tradisi sastra modern di tanah...
© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas