Yang Terasing

Ada dinding-dinding di gedung membagi ruang jadi dua: engkau dan semesta Kamar-kamar raksasa menyimpan hidup dalam kotak-kotak Engkau terkapar di sana terpaku di kursi tangan ke lantai dilingkar tembok baja yang membungkus napasmu Sedang di luar hari berjalan sebagai biasa lewat...

Wayang, Sungai, Jarak dan Tandatanya

Wayang Bayang-bayang yang digerakkan sang dalang datang dan hilang, hanya jejaknya tinggal terkenang Sungai Dari hulu hingga ke muara, berapa kali ganti nama? Air yang mengalir sama juga, hanya saja bertukar warna Jarak Berapa jauh jarak terentang antara engkau dengan aku Berapa jauh...

Langit Makin Mendung

Lama-lama mereka bosan juga dengan status pensiunan nabi di surgaloka. Petisi dibikin, mohon (dan bukan menuntut) agar pensiunan-pensiunan diberi cuti bergilir turba ke bumi, yang konon makin ramai saja. “Refreshing sangat perlu. Kebahagiaan berlebihan justru siksaan bagi manusia...

Jangan Ceritakan

(dalam “Mata Pisau”,  sajak-sajak 1969-1971)  

AKU

Oleh: Mohammad Ali Aku jang pernah tujduh kali telentang-bangun mengedjar setetes anggur, menukar Tuhan lama jang hanja kasi djanji-djanji manis dan hari-hari ketjewa dengan Tuhan baru: besi dan bisa jang bisa rombak segala rahasia sekali kata Aku jang pernah djelajah seribu rimba...

Gadis Peminta-Minta

Oleh: Toto Sudarto Bahtiar Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok Hidup...

Kepada Penyembah Bintang

Oleh: Mohammad Ali Bintang Benarkah bintang begitu pasti Begitu pelik, begitu cantik Sampai tak jadi orang ke laut Karena bintang tiada berkelip Bukan o, penyembah bintang Bukan bintang yang paling cemerlang Di balik bintang di langit tinggi Ada bumi Ada bumi di langit tinggi Di mana...
© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas