Tiada yang Lebih Aman

Tiada yang lebih aman, pun tiada yang lebih nikmat Membayangkan masalampau yang dalam kenangan terpahat. Tiada yang lebih berat, pun tiada yang lebih berarti Dan saat kini yang ‘kan seg’ra lepas pula jadi mimpi. Tiada yang lebih gamang, pun tiada yang lebih senang Menghadapi...

Aku Setelah Aku

:eyelight Aku berdiri sebagai reruntuhan, atau, mungkin sebagai reruntuhan yang duduk di depan monitor kesunyian. Gelombang- gelombang memori masih bergerak, seperti mesin scanner yang mondar-mandir di atas keningku. Batas kematianku dan batas kecantikanmu, membuat tikungan yang pernah...

Catatan Kaki Sehabis Demonstrasi

aku melihat diam tak seorang saja tapi satu bangsa kulihat batu padahal manusia menunggu waktu padahal sia sia di ini negeri apa pun boleh terjadi tapi jangan sebut revolusi, siapa pun pahlawan ngeri. mimpi saja tak berani mereka capek dikibuli, dikebal sakit hati kubasuh kaca lensa,...

Tak Sepadan

Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu jua pintu terbuka Jadi baik juga kita padami Unggun api ini Karena kau tidak ‘kan apa-apa Aku terpanggang tinggal...

MANTERA

lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku

Salju

Kemanakah akan pergi mencari matahari ketika salju turun pohon kehilangan daun Kemanakah jalan mencari lindungan ketika tubuh kuyup dan pintu tertutup Kemanakah akan lari mencari api ketika bara hati padam tak berarti Kemanakah akan pergi selain mencuci diri

Ibu Kota Senja

Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi Di sungai kesayangan, o, kota kekasih Klakson oto dan lonceng trem saing-menyaingi Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokan Gedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja Mengarungi...

Yang Terasing

Ada dinding-dinding di gedung membagi ruang jadi dua: engkau dan semesta Kamar-kamar raksasa menyimpan hidup dalam kotak-kotak Engkau terkapar di sana terpaku di kursi tangan ke lantai dilingkar tembok baja yang membungkus napasmu Sedang di luar hari berjalan sebagai biasa lewat...

Wayang, Sungai, Jarak dan Tandatanya

Wayang Bayang-bayang yang digerakkan sang dalang datang dan hilang, hanya jejaknya tinggal terkenang Sungai Dari hulu hingga ke muara, berapa kali ganti nama? Air yang mengalir sama juga, hanya saja bertukar warna Jarak Berapa jauh jarak terentang antara engkau dengan aku Berapa jauh...
© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas