Ternyata Bukan Puisi William Blake

William Blake merupakan penyair dan seniman radikal Inggris yang meninggal pada abad ke-19.

William Blake merupakan penyair dan seniman radikal Inggris yang meninggal pada abad ke-19.

Berita Sastra | Dunia – Seorang pustakawan di Inggris menemukan bahwa puisi yang dianggap karya penyair terkenal William Blake -yang masuk dalam daftar puisi untuk sekolah- ternyata bukan karyanya.

Puisi yang dianggap dari abad 19 dengan judul Two Sunflowers Move into the Yellow Room sebenarnya ditulis di Amerikat Serikat pada tahun 1980-an.

Hal itu ditemukan Thomas Pitchford dari perpustakaan sekolah menengah Hertfordshire, di utara London, setelah melihat gaya puisi itu tidak sesuai dengan karya-karya William Blake lainnya.

Menurut Pitchford, telah terjadi kesalahan memberi label dan internet kemudian meneruskan kesalahan itu.

“Kita terlalu cepat menerimanya begitu saja,” tutur Pitchford.

Jika menggunakan mesin pencari internet berdasarkan judul puisi tersebut, maka ada berbagai rujukan kepada William Blake, seorang penyair dan seniman Inggris radikal yang meninggal di abad 19.

Menghubungi Internet

Amat mudah untuk menjadi yakin benar dalam hal itu, namun buku juga melakukan kesalahan. Anda tidak bisa mengatakan bahwa buku selalu lebih baik.

Thomas Pitchford

Penelusuran Pitchford menemukan bahwa penulisnya adalah Nancy Willard dan puisi itu masuk dalam kumpulan puisi yang diterbitkan pada tahun 1981 untuk mengenang Blake lewat buku berjudul A Visit to William Blake’s Inn.

Entah bagaimana puisi itu kemudian tersebut sebagai karya Blake, yang diduga mulai terjadi sejak tahun 2001 dan menyebar ke mana-mana, termasuk internet.

Akibat kesalahan, banyak pertanyaan ujian, kumpulan puisi, rencana pelajaran, forum diskusi, dan bahan di internet yang selama ini menyebutnya sebagai salah satu contoh puisi dari abad ke-19 walau sebenarnya digubah sekitar seabad kemudian.

Pitchford kini sedang berupaya untuk menghubungi para pengelola situs untuk memperbaiki kesalahan, yang menurutnya menjadi salah satu bukti dari bagaimana intenet dengan cepat bisa melakukan “mutasi kenyataan”.

“Amat mudah untuk menjadi yakin benar dalam hal itu, namun buku juga melakukan kesalahan. Anda tidak bisa mengatakan bahwa buku selalu lebih baik,” tambahnya.

Dia juga menyarankan agar orang menggunakan pemikiran lebih jauh atas hasil yang diberikan oleh mesin pencari internet.

sumber: bbc.co.uk

Kirim Komentar Anda

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Gunakan bahasa atau kata-kata yang santun dan tidak mengandung unsur SARA. Terima kasih atas partisipasi Anda dan selamat berkarya.

© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas