ARIFIN C NOER dalam MIMBAR TEATER Indonesia “Sumur Tanpa Dasar”

JADWAL MIMBAR TEATER 2013

Teater Arena
TAMAN BUDAYA SURAKARTA
Jl Ir Sutami 57 Kentingan Solo

Lakon-Lakon “Atas-Bawah” Arifin C Noer

ATAS ketidaksukaannya pada kegalakan gurunya bernama Pak Noer, Arifin muda iseng-iseng menulis namanya Arifin C Noer. Tatkala sang guru bertanya apa kepanjangan C, Arifin bungkam. Tapi saat teman-temannya menanyakan, mereka tertawa mendengar jawabannya, “Contra, Arifin Contra Noer…”

Rahasia ini pernah diungkap sendiri oleh Arifin kepada budayawan Tegal Wuryanto, seputar 1970-an di Tegal. Kala itu dalam satu acara diskusi tentang drama, Arifin memainkan monolog berjudul “Bahayanya Racun Tembakau”. Saat itu tahun-tahun Arifin sebagai orang Cirebon ulang-alik Cirebon-Tegal, menumpang kereta api. Tak lain karena kedekatan lanjutnya, dengan aktor drama Tegal, Sentot Soesilo.

Kepada Sentot Arifin mengaku, lakon “Tengul Atawa Orkes Madun” yang ditulisnya mendapat inspirasi di stasiun Tegal. Lakon yang memang berlatar kehidupan perampok dipimpin Waska plus pelacur klas gerbong Bigaya, yang bersarang di kawasan stasiun. Ini lakon berikut setelah Arifin mekar di Yogya dan menghasilkan “Mega-Mega” yang bertokoh-tokoh gelandangan dalam set-imajinasi kehidupan Keraton.

Ada cerita menarik dari Nurhidayat Poso, saat dia menyutradarai lakon “Tengul Atawa Orkes Madun” untuk grup teaternya Teater Puber (Tegal). Tanpa prasangka poster dan spanduk terpasang, dan tanpa disangka-sangka penoton membludak. Omong punya omong bludakan penonton karena mengira ada pertunjukan Orkes Dangdut. Di antara pertunjukan teater penonton bertanya-tanya, “mana dangdutnya, kok nggak main-main..?”

Disamping lakon-lakon berlatar masyarakat bawah “Mega-Mega”, “Tengul Atawa Orkes Madun”, Arifin juga melahirkan lakon-lakon berseting sosial atas “Sumur Tanpa Dasar” atau “Interogasi”, lakon-lakon setelah dia mukim di Jakarta. Disamping lakon-lakon monolog “Prita Isteri Kita” atau “Kasir Kita”.

Cerita menarik lain tentang Arifin ialah saat ia mendapat tawaran menggarap film dengan biaya murah. Dia putar otak, dan jadilah film “Suci Sang Primadona” yang hanya berseting lokasi panggung Srimulat. Tapi dasar Arifin, dalam FFI, film ‘murah-meriahnya’ ini menyabet beberapa piala Citra, termasuk pendatang baru Joice Erna sebagai aktris terbaik.

Lakon-lakon Arifin C Noer akan dipentaskan oleh grup-grup teater dan aktor monolog, di Taman Budaya Surakarta, 22-27 September. (ET, simpati untuk Halim HD)

24 SEPTEMBER, Jam 19.30
Kapai-Kapai
Teater Kala, Makassar
Sutradara: Shinta Febriany

25 SEPTEMBER, Jam 19.00
Kasir Kita (Monolog)
Aktor/Sutradara: Tohir ‘Srimulat’
Galeri Besar TBS

25 SEPTEMBER, Jam 19.00
Kasir Kita (Monolog)
Aktor/Sutradara: Jarot Budidarsono
Galeri Besar TBS.

26 SEPTEMBER, Jam 19.30
Kapai-Kapai
Kalanari Movement Theater Jogjakarta
Sutradara: Ibed Surgana Yoga

28 SEPTEMBER. Jam 19.30
Pembacaan dan Musikalisasi Puisi karya Arifin C Noer

sumber: facebook

Kirim Komentar Anda

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Gunakan bahasa atau kata-kata yang santun dan tidak mengandung unsur SARA. Terima kasih atas partisipasi Anda dan selamat berkarya.

© 2013. Indonesia Sastra Media.  |  Kembali ke atas